Efek Samping dan Bahaya Rokok Elektrik

Deka Levta

Nikotin cair sintesis yang terdapat dalam rokok elektrik mengandung pengawet dan perasa buatan. Bahan-bahan tersebut memang aman bila digunakan sebagaimana mestinya, tapi tentu sangat tidak aman bila dihisap. Rokok elektrik dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menimbulkan berbagai penyakit, misalnya dapat menyebabkab bakteri pneumonia menjadi kebal karena kebiasaan Anda mengisap rokok elektrik. Lebih lanjut tentang Efek Samping dan Bahaya Rokok Elektrik, akan kami bahas sebagai berikut: 

Bicara tentang efek samping dan bahaya rokok elektrik, Food and Drug Administration (FDA), sebuah lembaga kesehatan tentang makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat mengeluarkan data yang diperoleh dari 18 penelitian tentang efek samping dan bahaya rokok elektrik. Nikotin cair sintesis yang terdapat pada rokok elektrik ternyata dapat menyebabkan paru-paru menjadi iritasi. Ketika rokok elektrik dihisap, cairan yang terdapat dalam rorok elektrik akan dirubah menjadi carbonyl. Carbonyl adalah salah satu zat aktif yang dapat menyebabkan kanker. 

Efek Samping dan Bahaya Rokok Elektrik

Kemampuan rokok elektrik yang dapat diatur suhunya bertujuan untuk mengatur kadar nikotin yang nantinya akan dihisap oleh perokok. Bila suhu yang digunakan semakin tinggi, maka akan semakin tinggi kadar pula carbonyl yang diproduksi oleh rokok elektrik yang nantinya akan dihisap oleh si perokok. Selain itu, kandungan kadar formaldehida yang terdapat dalam rokok elektrik sama dengan kadar formaldehida dalam rokok tembakau. Formaldehida adalah zat berbahaya yang dapat menyebabkab berbagai gangguan kesehatan dan menimbulkan penyakit di paru-paru. Asap palsu yang dikeluarkan dari rokok elektrik juga mengandung aerosol yang juga menyebabkan kerusakan paru-paru. 

Rokok sintetis pada awalnya diproduksi oleh Cina. Seiring dengan larisnya penjualan rokok sintetis, beberapa negara juga turut serta memproduksi rokok elektrik. Cina adalah negara yang paling awal memproduksi rokok elektrik, dan Cina pula yang paling awal menghentikan dan melarang penggunaan rokok elektrik di negaranya. Namun penyebaran rokok elektrik yang sudah telanjur menyebar ke berbagai negara, terutama di negara berkembang seperti Indonesia sudah sangat luas. Bahkan dengan berbagai larangan keras dari pemerintah terhadap penggunaan rokok elektrik tidak serta merta menghapus penyerbaran dan pengguaan rokok elektrik di Indonesia. 

Rokok elektrik pada awalnya dikonsumsi karena ketidaktahuan mereka yang mengira bahwa rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau. Tapi penelitian membuktikan bahwa rokok elektrik ternyata jauh lebih berbahaya daripada rokok tembakau. Apapun jenis rokok yang Anda hisap, merokok adalah tindakan sia-sia, tidak bermanfaat, bahkan sangat merugikan kesehatan. Karena itu berhentilah merokok sekarang juga. Demikianlah informasi tentang Efek Samping dan Bahaya Rokok Elektrik, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.